Breaking News
Beranda » Berita » Penyakit Gagal Ginjal pada Anak: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahannya

Penyakit Gagal Ginjal pada Anak: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahannya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakartahitz.com – Kasus penyakit gagal ginjal pada anak sempat menjadi perhatian masyarakat Indonesia setelah munculnya sejumlah laporan gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak secara tiba-tiba. Kondisi ini tidak hanya mengkhawatirkan orang tua, tetapi juga menjadi fokus para tenaga kesehatan karena dampaknya yang dapat berkembang dengan cepat.

Meski terdengar menakutkan, penyakit gagal ginjal pada anak sebenarnya dapat dicegah. Jika orang tua memahami faktor risiko, gejala awal, serta langkah-langkah perlindungan yang tepat. Edukasi menjadi kunci penting agar anak terhindar dari komplikasi yang lebih serius.

Apa Itu Penyakit Gagal Ginjal pada Anak?

Penyakit gagal ginjal pada anak terjadi ketika ginjal kehilangan kemampuan untuk menyaring darah dan membuang zat sisa metabolisme dari tubuh secara optimal.

Salah satu bentuk yang paling sering menjadi perhatian adalah gagal ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI). Kondisi ini muncul secara mendadak pada anak yang sebelumnya punya fungsi ginjal normal.

Jika tidak segera ditangani, gagal ginjal akut dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan, elektrolit, hingga kerusakan organ lainnya.

Gejala Penyakit Gagal Ginjal pada Anak yang Perlu Kamu Ketahui

Gejala gagal ginjal akut pada anak sering kali menyerupai penyakit umum sehingga kerap terlambat dikenali.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Produksi urin berkurang drastis
  • Warna urin lebih pekat atau gelap
  • Tubuh tampak sangat lemas
  • Mual dan muntah
  • Diare berkepanjangan
  • Bengkak pada wajah atau kaki
  • Nafsu makan menurun
  • Kulit tampak pucat

Jika gejala-gejala tersebut muncul, terutama setelah anak mengalami demam, diare, atau infeksi, orang tua sebaiknya segera membawa anak ke fasilitas kesehatan.

Tren Penyebab Penyakit Gagal Ginjal pada Anak

Sumber foto: Canva.com

1. Paparan Obat yang Mengandung Zat Berbahaya

Salah satu penyebab yang sempat menjadi sorotan adalah penggunaan obat sirup yang tercemar zat berbahaya seperti ethylene glycol (EG) dan diethylene glycol (DEG).

Kedua zat tersebut dapat merusak jaringan ginjal apabila masuk ke dalam tubuh dalam jumlah tertentu. Karena itu, orang tua perlu memastikan, memberikan obat kepada anak yang memiliki izin edar resmi dari sumber terpercaya.

2. Dehidrasi Berat

Dehidrasi merupakan salah satu penyebab utama gagal ginjal akut pada anak.

Ketika tubuh kekurangan cairan akibat diare, muntah, demam tinggi, atau kurang minum, aliran darah menuju ginjal menjadi berkurang. Kondisi ini membuat ginjal tidak mampu bekerja secara optimal.

Anak-anak, terutama balita, memiliki risiko lebih tinggi mengalami dehidrasi dari orang dewasa.

3. Infeksi Berat

Infeksi tertentu dapat menyebabkan peradangan pada ginjal dan memicu kerusakan fungsi ginjal.

Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko antara lain:

  • Infeksi saluran cerna
  • Infeksi bakteri streptokokus
  • Glomerulonefritis akut
  • Sindrom hemolitik uremik

Apabila infeksi tidak tertangani dengan baik, komplikasi pada ginjal dapat terjadi.

4. Kelainan Ginjal Bawaan

Sebagian kasus penyakit gagal ginjal pada anak dipengaruhi oleh faktor bawaan sejak lahir.

Kelainan struktur ginjal, gangguan saluran kemih, hingga penyakit ginjal genetik dapat membuat fungsi ginjal lebih rentan mengalami gangguan ketika menghadapi infeksi atau dehidrasi.

5. Kombinasi Beberapa Faktor Risiko

Dalam praktik klinis, gagal ginjal akut sering kali terjadi akibat kombinasi beberapa faktor sekaligus.

Misalnya:

  • Dehidrasi disertai infeksi
  • Penggunaan obat tertentu saat kondisi tubuh sedang lemah
  • Penyakit bawaan yang terinfeksi

Kombinasi faktor-faktor tersebut dapat mempercepat kerusakan ginjal apabila tidak segera tertangani.

Mengapa Kasus Gagal Ginjal pada Anak Meningkat?

Perubahan pola hidup, meningkatnya risiko infeksi, serta penggunaan obat yang tidak tepat menjadi beberapa faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya kasus penyakit gagal ginjal pada anak.

Selain itu, banyak orang tua yang belum mengenali tanda-tanda awal gangguan ginjal sehingga anak baru bawa ke rumah sakit ketika kondisi sudah cukup berat.

Karena itulah, edukasi kesehatan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

Cara Mencegah Penyakit Gagal Ginjal pada Anak

Sumber foto: Canva.com

Pastikan Anak Cukup Minum

Kebutuhan cairan harus selalu terpenuhi, terutama ketika anak sedang sakit, demam, muntah, atau diare.

Air putih tetap menjadi pilihan terbaik agar fungsi ginjal terjaga dan tetap optimal.

Berikan Obat dengan Bijak

Lalu selanjutnya, jangan memberikan obat tanpa anjuran tenaga kesehatan. Pastikan obatnya memiliki izin edar resmi dan sesuai dengan dosis anjuran dari dokter atau apoteker.

Jaga Kebersihan Lingkungan

Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan sebelum makan dan menjaga kebersihan makanan dapat membantu mencegah infeksi yang berpotensi menyerang ginjal.

Lakukan Pemeriksaan Rutin

Anak yang memiliki riwayat kelainan ginjal bawaan atau penyakit kronis perlu menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Deteksi dini membantu mencegah komplikasi yang lebih berat.

Waspadai Gejala Awal

Terakhir, jangan abaikan jika anak mengalami:

  • Urin sangat sedikit
  • Urin berwarna gelap
  • Bengkak pada tubuh
  • Lemas berlebihan
  • Muntah dan diare berat

Penanganan cepat dapat meningkatkan peluang pemulihan fungsi ginjal.

Kesimpulan

Penyakit gagal ginjal pada anak merupakan kondisi serius yang dapat muncul secara mendadak dan berkembang dengan cepat. Penyebabnya beragam, mulai dari dehidrasi, infeksi berat, penggunaan obat yang tidak aman, hingga kelainan ginjal bawaan.

Meski demikian, risiko penyakit ini dapat ditekan melalui langkah-langkah pencegahan sederhana seperti menjaga kecukupan cairan, menggunakan obat secara bijak, menjaga kebersihan, serta mengenali gejalanya sedini mungkin.

Orang tua tidak perlu panik, tetapi perlu lebih waspada. Dengan pengetahuan yang cukup dan tindakan yang tepat, kesehatan ginjal anak dapat terjaga sehingga tumbuh kembangnya berlangsung optimal hingga dewasa.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Serial Elle Ungkap Masa SMA Elle Woods Sebelum Legally Blonde

    Serial Elle Ungkap Masa SMA Elle Woods Sebelum Legally Blonde

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Naufal Nurfikri
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta – Prime Video menghadirkan serial Elle, prekuel dari film Legally Blonde yang mengisahkan kehidupan Elle Woods sebelum menjadi mahasiswi hukum di Harvard. Serial ini mengajak penonton mengikuti perjalanan Elle saat masih duduk di bangku sekolah menengah pada era 1990-an. Dilansir dari CNN Indonesia, cerita berpusat pada masa remaja Elle Woods yang menjalani kehidupan sebagai […]

  • Jakarta Berpotensi Hujan Sore hingga Malam, BMKG Minta Warga Waspada

    Jakarta Berpotensi Hujan Sore hingga Malam, BMKG Minta Warga Waspada

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Fathma Aulia Puteri
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta – Warga Jakarta perlu bersiap menghadapi perubahan cuaca pada Jumat (2/10/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah Jakarta berpotensi mengalami hujan mulai sore hingga malam hari. Dilansir dari detikcom, hujan ringan berpeluang turun di beberapa wilayah Jakarta pada sore dan malam. Jakarta Timur serta Jakarta Selatan diprediksi mengalami hujan ringan sekitar […]

  • Film Animasi Garuda di Dadaku Angkat Semangat Meraih Mimpi

    Film Animasi Garuda di Dadaku Angkat Semangat Meraih Mimpi

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Naufal Nurfikri
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta – Film animasi Garuda di Dadaku resmi hadir di bioskop seluruh Indonesia mulai 11 Juni 2026. Film ini membawa kisah inspiratif tentang keberanian, persahabatan, dan perjuangan meraih cita-cita. Melalui format animasi 3D, penonton dapat mengikuti petualangan yang dekat dengan kehidupan anak-anak sekaligus menyajikan pesan positif untuk keluarga. Dilansir dari Detik.com, cerita film berfokus pada […]

  • Jakarta Fair 2026 Resmi Dibuka, 140 Musisi Siap Meriahkan PRJ

    Jakarta Fair 2026 Resmi Dibuka, 140 Musisi Siap Meriahkan PRJ

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Fathma Aulia Puteri
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta – Jakarta Fair Kemayoran 2026 resmi dibuka dan kembali menjadi ajang pameran serta hiburan terbesar di ibu kota. Sebanyak 140 musisi dari berbagai genre dijadwalkan tampil untuk menghibur jutaan pengunjung selama penyelenggaraan acara. Mengutip dari Suara.com, Kamis (12/6), Jakarta Fair 2026 digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat. Acara tahunan tersebut akan […]

  • Venom Kembali Tayang di Trans TV, Simak Jalan Ceritanya

    Venom Kembali Tayang di Trans TV, Simak Jalan Ceritanya

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Naufal Nurfikri
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta – Film Venom kembali hadir dalam program Bioskop Trans TV pada Senin, 29 Juni 2026. Film bergenre aksi fiksi ilmiah ini mengikuti perjalanan Eddie Brock, seorang jurnalis investigasi yang hidupnya berubah drastis setelah tubuhnya menyatu dengan makhluk alien bernama Venom. Dilansir dari CNN Indonesia, Eddie Brock berusaha membongkar praktik ilegal yang dijalankan Carlton Drake, […]

  • DPR Soroti Kesenjangan Museum Daerah, SDM Pengelola Dinilai Perlu Diperkuat

    DPR Soroti Kesenjangan Museum Daerah, SDM Pengelola Dinilai Perlu Diperkuat

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Fathma Aulia Puteri
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta – Kualitas pengelolaan museum di Indonesia dinilai masih belum merata. Museum Nasional disebut telah mengalami perkembangan positif, tetapi kondisi tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh museum-museum di daerah. Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat menyoroti kesenjangan tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja Perlindungan dan Pemanfaatan Cagar Budaya Komisi X DPR RI di […]

expand_less