Anggaran MBG Bukan Rp480 Triliun, Purbaya Ungkap Angka Sebenarnya
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai menghadiri Rapat Kerja Badan Anggaran DPR RI di Jakarta. Foto: ANTARA/Bayu Saputra.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meluruskan informasi mengenai anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya disebut mencapai Rp480 triliun. Purbaya menegaskan angka tersebut tidak tepat dan menyebut anggaran yang sebenarnya berada di kisaran Rp240,2 triliun.
Dilansir dari Kompas.com, Purbaya menyampaikan klarifikasi tersebut terkait pembahasan anggaran program MBG dalam RAPBN. Ia mengatakan angka Rp480 triliun yang beredar di publik bukan merupakan besaran anggaran MBG yang sebenarnya.
Purbaya menjelaskan, angka yang benar untuk anggaran yang dialokasikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) adalah sekitar Rp240,2 triliun. Klarifikasi tersebut sekaligus membantah informasi yang menyebut pemerintah menyiapkan hampir Rp500 triliun untuk program makanan bergizi tersebut.
Menurut Purbaya, perbedaan angka tersebut berkaitan dengan cara melihat keseluruhan alokasi anggaran dan program yang berkaitan dengan MBG. Karena itu, angka yang disebut Rp480 triliun tidak dapat langsung dianggap sebagai anggaran MBG yang dikelola BGN.
Klarifikasi mengenai besaran anggaran ini menjadi perhatian karena MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah. Besarnya anggaran yang dibutuhkan membuat pembahasan mengenai efektivitas, sasaran penerima, serta penggunaan dana terus menjadi sorotan.
Pemerintah sendiri terus melakukan penyesuaian terhadap kebijakan anggaran agar program prioritas tetap berjalan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan negara. Dalam konteks tersebut, angka anggaran MBG menjadi salah satu komponen yang ikut diperhatikan dalam penyusunan anggaran negara.
Purbaya sebelumnya juga telah menyampaikan mengenai kemungkinan melakukan efisiensi terhadap pelaksanaan program MBG. Salah satu pembahasan yang muncul adalah penyesuaian frekuensi penyaluran makanan agar penggunaan anggaran dapat lebih efisien.
Dengan adanya klarifikasi terbaru tersebut, angka Rp240,2 triliun menjadi nominal yang disebut sebagai anggaran BGN, bukan Rp480 triliun seperti informasi yang sebelumnya beredar.
Program MBG sendiri menjadi salah satu kebijakan utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok penerima manfaat lainnya.
Besaran anggaran yang mencapai ratusan triliun rupiah membuat pengelolaan program menjadi perhatian publik. Pemerintah dituntut memastikan anggaran yang telah disediakan dapat digunakan secara efektif dan memberikan manfaat sesuai dengan sasaran program.
Klarifikasi Purbaya juga memberikan gambaran bahwa angka dalam pembahasan anggaran pemerintah perlu dilihat berdasarkan pos dan lembaga pengelolanya. Dengan demikian, angka yang lebih besar tidak otomatis menunjukkan besaran dana yang secara langsung dialokasikan untuk satu program.
Dalam pembahasan RAPBN, pemerintah masih harus memastikan setiap alokasi anggaran sesuai dengan kebutuhan program dan kemampuan fiskal negara. Angka yang disampaikan Purbaya menjadi bagian dari penjelasan pemerintah mengenai posisi anggaran MBG dalam perencanaan keuangan negara.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar