Jokowi Duduk Sejajar dengan Prabowo-Gibran, Ada Apa? Ini Penjelasan Istana
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Joko Widodo terlihat duduk sejajar dengan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka. Foto: YouTube Setpres.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Posisi duduk Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang terlihat sejajar dengan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka menjadi sorotan publik. Istana kemudian memberikan penjelasan mengenai pengaturan posisi tersebut.
Dilansir dari Kompas.com, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa posisi duduk Jokowi dalam acara tersebut bersifat situasional. Menurutnya, tidak ada perlakuan khusus yang diberikan kepada Jokowi dalam acara kenegaraan tersebut.
Prasetyo mengatakan Jokowi hadir dalam kapasitasnya sebagai Presiden ke-7 RI. Pada kesempatan tersebut, Jokowi menjadi satu-satunya mantan presiden yang hadir dalam acara di Istana.
“Jadi situasional, kemudian Bapak Presiden menghormati Pak Jokowi sebagai Presiden ke-7,” ujar Prasetyo, seperti dikutip dari Kompas.com.
Menurut Prasetyo, posisi duduk tersebut juga berkaitan dengan situasi saat acara berlangsung. Presiden Prabowo disebut meminta sejumlah pimpinan lembaga negara untuk turut berada di area depan.
“Dalam situasi yang situasional tidak hanya Pak Jokowi, kemudian Bapak Presiden meminta untuk beberapa ketua lembaga untuk juga ikut maju ke depan,” jelas Prasetyo.
Ia menegaskan, pengaturan posisi tersebut bukan bentuk perlakuan khusus terhadap Jokowi. Penempatan para tamu menyesuaikan kondisi di lokasi serta kebutuhan teknis selama acara berlangsung.
Selain itu, keterbatasan tempat juga menjadi salah satu pertimbangan dalam pengaturan posisi tamu undangan. Tidak seluruh pimpinan lembaga maupun tokoh yang hadir dapat ditempatkan di area depan.
“Dan karena keterbatasan tempat juga tidak bisa semuanya ada di depan dan itu tidak mengurangi rasa hormat kami semuanya situasional,” kata Prasetyo.
Posisi Jokowi yang terlihat sejajar dengan Prabowo dan Gibran kemudian menjadi perhatian setelah dokumentasi perayaan HUT ke-81 RI beredar di ruang publik. Dalam sejumlah foto, Jokowi tampak berada di area yang sama dengan Presiden dan Wakil Presiden.
Kehadiran Jokowi dalam perayaan tersebut juga menjadi perhatian karena ia merupakan Presiden ke-7 RI yang hadir dalam rangkaian acara kenegaraan di Istana Merdeka. Sementara itu, mantan presiden lainnya tidak hadir dalam acara tersebut.
Istana menegaskan bahwa posisi tempat duduk Jokowi tidak berkaitan dengan perubahan status maupun kedudukannya. Jokowi tetap berstatus sebagai Presiden ke-7 RI, sedangkan Prabowo dan Gibran tetap menjalankan tugas masing-masing sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
Pengaturan tempat duduk dalam acara kenegaraan dapat menyesuaikan kondisi di lokasi. Karena itu, posisi seseorang dalam suatu acara tidak serta-merta menunjukkan perubahan kedudukan ataupun status kelembagaan.
Penjelasan Mensesneg tersebut sekaligus menjawab pertanyaan publik mengenai alasan Jokowi berada sejajar dengan Prabowo dan Gibran dalam acara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Dengan demikian, Istana menyebut posisi tersebut merupakan bagian dari pengaturan situasional, termasuk mempertimbangkan penghormatan kepada Jokowi sebagai mantan Presiden sekaligus keterbatasan tempat di area depan.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar