Mahasiswa UNM Ubah Limbah Jadi Cuan, Ibu-Ibu PKK Dilatih Bikin Karbol Wangi dari Eco Enzyme
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus mendorong mahasiswa menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) EcoWorth, mahasiswa UNM menggelar pelatihan pembuatan produk turunan eco enzyme berupa karbol wangi bagi anggota PKK RW 012 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, pada Rabu (1/7).
Kegiatan ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi produk pembersih ramah lingkungan yang tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan berpotensi menjadi peluang usaha skala rumah tangga.
Mahasiswa UNM Ubah Limbah Jadi Cuan
Pelatihan berfokus pada peningkatan kapasitas ibu-ibu PKK dalam mengolah eco enzyme menjadi karbol wangi. Selain mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar eco enzyme, peserta juga mengikuti praktik langsung mulai dari pengenalan bahan, formulasi, hingga proses pencampuran yang aman sehingga mampu memproduksinya secara mandiri.
Program ini diinisiasi oleh Tim PKM-PM EcoWorth Universitas Nusa Mandiri yang diketuai Nazwa Syifa Fitriani, bersama anggota Raka Muhammad Setia, Shahnaz Hafiza Bilqis, dan Nasywan Abhinaya, di bawah bimbingan Johan Hendri Prasetyo selaku dosen pendamping.
Ketua Tim PKM-PM EcoWorth, Nazwa Syifa Fitriani, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memperluas manfaat eco enzyme sebagai solusi pengelolaan limbah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa eco enzyme tidak berhenti pada proses pengolahan limbah saja, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk turunan seperti karbol wangi yang bermanfaat untuk kebutuhan rumah tangga. Harapannya, ibu-ibu PKK dapat melihat peluang ini sebagai usaha sederhana yang bisa dimulai dari rumah dengan bahan yang mudah diperoleh,” ujar Nazwa.
Ketua PKK RW 012 Cipinang Melayu, Ive Sulistia Nenden, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan keterampilan baru yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan dan keterampilan baru dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang berguna. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, kami juga mendapat inspirasi bahwa limbah ternyata dapat memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Johan Hendri Prasetyo, dosen pendamping PKM-PM EcoWorth, menjelaskan bahwa program ini menjadi implementasi nyata peran perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat melalui inovasi berbasis ilmu pengetahuan.
“PKM-PM EcoWorth menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang dipelajari dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat. Program ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga mendorong lahirnya kemandirian ekonomi berbasis lingkungan melalui pemanfaatan limbah organik secara berkelanjutan,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Selasa (7/7).
Pelatihan juga menghadirkan Grace Pay dari Eco Enzyme Nusantara sebagai narasumber. Ia menekankan bahwa keberhasilan pengembangan eco enzyme bergantung pada pemahaman proses fermentasi dan konsistensi dalam pengolahannya.
“Eco enzyme bukan sekadar hasil fermentasi, tetapi sebuah proses pembelajaran yang berkelanjutan. Jika prinsip dasarnya dipahami dengan baik, masyarakat dapat mengembangkannya menjadi berbagai produk ramah lingkungan, termasuk karbol wangi. Konsistensi dan ketelitian menjadi kunci utama dalam menghasilkan produk yang berkualitas,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis berharap masyarakat semakin memahami potensi pengelolaan limbah organik sebagai sumber daya yang bernilai. Selain meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, pelatihan ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya usaha rumahan berbasis produk ramah lingkungan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program PKM-PM EcoWorth menjadi salah satu bukti komitmen Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis dalam mendukung pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi mahasiswa yang mengintegrasikan aspek pendidikan, kewirausahaan, dan keberlanjutan lingkungan. Melalui program-program seperti ini, UNM terus mendorong lahirnya solusi kreatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar