Mahasiswa Prodi Bisnis Digital UNM Kembangkan EcoCandle, Inovasi Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakartahitz.com, Jakarta – Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus menunjukkan inovasi dalam bidang kewirausahaan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K). Lewat proyek EcoCandle, mereka mengembangkan produk lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah sebagai solusi ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi.
Sebagai bagian dari proses pengembangan produk, Tim PKM-K EcoCandle melakukan tahapan eksperimen dan filterisasi minyak jelantah guna menghasilkan bahan baku yang lebih bersih, aman, dan layak digunakan dalam proses produksi lilin aromaterapi. Tahapan ini menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas produk sebelum dipasarkan kepada masyarakat.
Mahasiswa Prodi Bisnis Digital UNM Kembangkan EcoCandle
Tim EcoCandle diketuai oleh Nabila Putri Aulia dengan anggota Aliyah Dwi Puspita, Nurrohmah Wati, dan Athirah Arumi. Inovasi ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan limbah rumah tangga sekaligus semangat membangun produk kewirausahaan yang berkelanjutan.
Dalam prosesnya, minyak jelantah yang telah dikumpulkan terlebih dahulu melalui tahap penyaringan untuk menghilangkan kotoran dan sisa partikel hasil penggunaan. Setelah proses filterisasi selesai, minyak kemudian diuji sebagai bahan dasar pembuatan lilin aromaterapi yang dipadukan dengan bahan pendukung lainnya sehingga menghasilkan produk yang lebih berkualitas, aman digunakan, dan memiliki daya saing di pasar.
Ketua Tim PKM-K EcoCandle, Nabila Putri Aulia, menjelaskan bahwa proses filterisasi menjadi salah satu tahapan paling krusial dalam menghasilkan produk yang berkualitas.
“Kami ingin memastikan minyak jelantah yang digunakan benar-benar melalui proses penyaringan yang optimal sehingga dapat menghasilkan lilin aromaterapi dengan kualitas terbaik. Melalui EcoCandle, kami tidak hanya ingin menciptakan produk yang memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mengajak masyarakat melihat bahwa limbah rumah tangga seperti minyak jelantah masih memiliki potensi besar apabila dikelola secara kreatif dan berkelanjutan, ujar Nabila.
Menurutnya, EcoCandle merupakan implementasi konsep ekonomi sirkular, yaitu mengubah limbah menjadi produk bernilai tambah yang mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis inovasi ramah lingkungan.
Sementara itu, Dosen Pendamping PKM-K EcoCandle, Johan Hendri Prasetyo, menegaskan bahwa proses eksperimen menjadi bagian penting dalam menciptakan produk kewirausahaan yang siap bersaing.
“Dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki ide bisnis yang menarik, tetapi juga mampu menghasilkan produk berkualitas melalui proses riset dan pengujian yang sistematis. Tahapan filterisasi yang dilakukan tim EcoCandle menunjukkan keseriusan mahasiswa dalam menghadirkan produk yang aman, memiliki nilai tambah, sekaligus menjadi solusi atas persoalan limbah minyak jelantah di masyarakat,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (6/7).
Ia berharap inovasi yang dikembangkan mahasiswa tidak berhenti pada kompetisi PKM, tetapi mampu berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui EcoCandle, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis membuktikan bahwa inovasi dapat lahir dari permasalahan sederhana di sekitar. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi tidak hanya menciptakan peluang bisnis baru, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan limbah rumah tangga dan penerapan gaya hidup berkelanjutan.
“Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis dalam mendorong lahirnya wirausaha muda yang inovatif, kreatif, dan berorientasi pada sustainable entrepreneurship. Melalui berbagai program akademik dan kegiatan kemahasiswaan, UNM terus mendukung mahasiswa menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” tandasnya.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar