Breaking News
Beranda » Berita » Ketika Kuliah Tak Hanya Soal Nilai, Kisah Desvika Elsa Rahmadhani Jadi Wisudawan Berprestasi

Ketika Kuliah Tak Hanya Soal Nilai, Kisah Desvika Elsa Rahmadhani Jadi Wisudawan Berprestasi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakartahitz.com, Jakarta — Menjadi wisudawan berprestasi tidak selalu tentang siapa yang memiliki nilai akademik paling tinggi. Bagi Desvika Elsa Rahmadhani, perjalanan sebagai mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Cyber University justru menjadi ruang untuk belajar, berorganisasi, terlibat dalam kegiatan sosial, dan menemukan cara untuk memberikan dampak bagi lingkungan di sekitarnya.

Desvika, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi angkatan 2022, berhasil meraih predikat wisudawan berprestasi Program Studi Sistem Informasi dengan IPK 3,67. Pencapaian tersebut menjadi salah satu momen yang berkesan setelah dirinya menyelesaikan perjalanan pendidikan di perguruan tinggi.

“Kalau untuk perasaannya, yang pasti senang sekali karena sudah sejauh ini dan ternyata hasilnya enggak sia-sia,” ujar Desvika.

Di balik pencapaiannya, Desvika tidak hanya berfokus pada aktivitas akademik. Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya justru datang dari keterlibatannya dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Dari Kampus Menuju Banda Neira

Bagi generasi muda, pengalaman di luar ruang kelas dapat menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan memperluas perspektif. Hal tersebut juga dirasakan Desvika ketika mendapat kesempatan menjadi delegasi ke Banda Neira pada 2024.

Dalam kegiatan tersebut, Desvika dipercaya menjadi bagian dari Divisi Kesehatan. Pengalaman tersebut menjadi salah satu prestasi sekaligus perjalanan yang paling berkesan selama dirinya menjadi mahasiswa.

“Prestasi yang paling berkesan? Mungkin aku lebih suka pengabdian masyarakat. Kebetulan aku terpilih untuk delegasi ke Banda Neira di tahun 2024 sebagai Divisi Kesehatan,” ungkapnya.

Kesempatan tersebut memberikan pengalaman bagi Desvika untuk melihat langsung kehidupan masyarakat dan memahami bahwa ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah dapat dikembangkan melalui pengalaman di tengah masyarakat.

Bagi mahasiswa, kegiatan seperti ini juga dapat menjadi sarana untuk mengasah kemampuan komunikasi, kerja sama, kepedulian sosial, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda.

Dukungan Dosen Jadi Bagian dari Perjalanan

Perjalanan mahasiswa menuju kelulusan tentu tidak berlangsung sendirian. Di balik proses akademik yang dijalani, dukungan dosen menjadi salah satu faktor yang membantu mahasiswa berkembang.

Desvika mengakui bahwa dosen memberikan dukungan sekaligus inspirasi selama dirinya menempuh pendidikan di Cyber University. Dukungan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kegiatan akademik, tetapi juga mendorong dirinya untuk berani mengambil pengalaman di luar lingkungan kampus.

“Untuk peran dosen sendiri sangat-sangat support dan sangat menginspirasi juga. Jadi kayak menginspirasi saya untuk terjun ke dunia luar kampus dan untuk berdampak di dunia,” tuturnya.

Menurut Desvika, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa dunia perkuliahan tidak hanya mengenai ruang kelas, tugas, dan nilai. Mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuan diri melalui kegiatan sosial dan pengalaman langsung di masyarakat.

Semangat untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa melalui dunia digital dan pengalaman nyata juga menjadi bagian dari perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia. Cyber University sebagai ‘Shaping Future Digital Leader’, turut mendorong generasi muda untuk tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan memberikan manfaat bagi lingkungan.

Setelah Wisuda, Fokus Bangun Karier

Setelah menyelesaikan pendidikan, Desvika kini mulai mempersiapkan langkah berikutnya. Untuk sementara, ia memilih fokus membangun karier dan mendapatkan pengalaman profesional di dunia kerja.

“Untuk target saya sendiri mungkin rencana masih fokus untuk bekerja dulu,” katanya.

Pilihan tersebut menjadi langkah awal Desvika untuk menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh selama menjadi mahasiswa. Dengan latar belakang Sistem Informasi, dunia kerja memberikan ruang bagi dirinya untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memahami kebutuhan industri secara langsung.

Perjalanan Desvika menunjukkan bahwa pencapaian sebagai wisudawan berprestasi tidak hanya lahir dari angka pada transkrip akademik. Ada proses panjang, pengalaman, keberanian keluar dari zona nyaman, serta kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitar.

Kisahnya juga menjadi gambaran bahwa generasi muda memiliki banyak ruang untuk berkembang selama masa kuliah. Pengalaman menjadi delegasi ke Banda Neira, keterlibatan dalam pengabdian masyarakat, dukungan dosen, hingga keberanian menyiapkan diri memasuki dunia kerja menjadi bagian dari perjalanan yang melengkapi pencapaian akademiknya.

Kini, setelah menyandang gelar sebagai lulusan Sistem Informasi, Desvika memiliki babak baru untuk dijalani. Dunia kerja menjadi ruang berikutnya untuk membuktikan bahwa ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kuliah dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

Bagi Desvika, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa setiap proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh dapat membawa seseorang menuju pencapaian yang sebelumnya mungkin tidak pernah dibayangkan.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Memburu Pemangsa Tayang 24 September, Umay Shahab Angkat Isu Kekerasan Anak

    Memburu Pemangsa Tayang 24 September, Umay Shahab Angkat Isu Kekerasan Anak

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Naufal Nurfikri
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta – Film Memburu Pemangsa akan tayang di bioskop Indonesia pada 24 September 2026. Umay Shahab menggarap film ini dengan memadukan horor, kriminal, dan action dalam cerita tentang investigasi kasus kekerasan terhadap anak. Film produksi Sinemaku Pictures tersebut mempertemukan Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem sebagai empat jurnalis. Mereka menyelidiki kasus hilangnya […]

  • AI

    ChatGPT vs Gemini vs Claude, AI Mana yang Cocok untuk Kebutuhanmu?

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Ibna Clevardo Syarif
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com – ChatGPT vs Gemini vs Claude menjadi perbandingan yang semakin sering dibahas seiring pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Ketiga chatbot AI tersebut menawarkan kemampuan yang berbeda, mulai dari membantu mencari informasi, membuat tulisan, menerjemahkan bahasa, hingga membantu menyelesaikan pekerjaan maupun tugas sehari-hari. Karena itu, banyak orang mulai membandingkan fitur dan […]

  • Eksekusi Hotel Sultan Dimulai, Petugas Dihadang Simpatisan di Kawasan GBK

    Eksekusi Hotel Sultan Dimulai, Petugas Dihadang Simpatisan di Kawasan GBK

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Fathma Aulia Puteri
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta – Proses eksekusi pengosongan kawasan eks Hotel Sultan di Blok 15 Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, resmi dimulai pada Kamis (18/6/2026). Pelaksanaan eksekusi tersebut sempat diwarnai aksi penolakan dari sejumlah simpatisan yang berkumpul di sekitar lokasi. Dilansir dari detikProperti, sejumlah simpatisan terlihat membentangkan spanduk dan melakukan orasi untuk menolak proses […]

  • Film Juminten Edan Tantang Meisya Amira Kuasai Bahasa Isyarat

    Film Juminten Edan Tantang Meisya Amira Kuasai Bahasa Isyarat

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Naufal Nurfikri
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta –  Meisya Amira menjalani tantangan baru saat membintangi film Juminten Edan. Aktris muda itu mempelajari bahasa isyarat agar mampu memerankan tokohnya secara lebih meyakinkan. Proses tersebut menuntut latihan yang intens sebelum syuting dimulai. Dilansir dari Kumparan, bahwa Meisya mengikuti latihan bahasa isyarat bersama pelatih khusus. Ia mempelajari gerakan tangan, ekspresi wajah, dan teknik komunikasi. […]

  • Ryan Gosling Perankan Ghost Rider di MCU

    Ryan Gosling Perankan Ghost Rider di MCU

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Naufal Nurfikri
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta – Marvel Studios resmi memilih Ryan Gosling untuk memerankan Ghost Rider di Marvel Cinematic Universe (MCU). Kevin Feige mengumumkan kabar tersebut dalam panel Hall H di San Diego Comic-Con (SDCC) 2026. Pengumuman itu langsung menarik perhatian para penggemar Marvel di seluruh dunia. Dikutip dari CNN Indonesia, Kevin Feige mengonfirmasi bahwa Marvel Studios sedang menggarap film […]

  • Aghniny Haque Ungkap Tantangan Jadi Lela di Dewi Siluman Ular

    Aghniny Haque Ungkap Tantangan Jadi Lela di Dewi Siluman Ular

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle Muhammad Naufal Nurfikri
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Jakartahitz.com, Jakarta –  Aghniny Haque mendapat tantangan berbeda saat memerankan Lela dalam film horor Dewi Siluman Ular. Karakter tersebut memiliki sifat lembut dan cenderung pasrah, berbeda dari sejumlah peran Aghniny sebelumnya yang lebih tegas. Film arahan Azhar Kinoi Lubis itu mengangkat kisah pernikahan manusia dengan jin yang terinspirasi dari cerita dalam podcast Prasodjo Muhammad. Dewi Siluman […]

expand_less