Hearticulate Hadirkan Ruang Ekspresi Emosi Lewat Seni untuk Generasi Muda
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Peserta mengikuti berbagai aktivitas seni dalam acara Hearticulate "Speak Your Heart Through Art" di SMESCO Startup Hub, Jakarta Selatan. Foto: Hearticulate/LSPR Institute.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kesadaran generasi muda terhadap pentingnya kesehatan mental terus meningkat seiring berkembangnya berbagai ruang aman untuk mengekspresikan emosi. Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Marketing Communication Batch 27 Excellent Class LSPR Institute of Communication and Business menggelar Hearticulate, sebuah proyek Community Development bertajuk “Speak Your Heart Through Art”, pada Sabtu (11/7/2026) di SMESCO Startup Hub Lantai 3, Pancoran, Jakarta Selatan.
Mengusung konsep experiential event, Hearticulate menghadirkan pengalaman yang mengajak peserta mengenali, menerima, dan mengekspresikan emosi melalui berbagai aktivitas seni yang interaktif. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian kampanye yang telah berlangsung sejak akhir Juni melalui berbagai aktivasi daring maupun luring.
Selama acara berlangsung, peserta diajak mengikuti lima aktivitas utama, yakni Dial Your Feelings, Smash Your Stress, Clay and Play, Hit the Beads, serta Speak in Blooms. Setiap area dirancang sebagai media ekspresi diri yang memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan perasaan dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Acara ini juga diramaikan oleh berbagai pelaku UMKM binaan SMESCO Indonesia.
Hearticulate berkolaborasi dengan UNIQ Mind Creates untuk menghadirkan pengalaman yang memadukan seni, mindfulness, dan self-expression sebagai sarana menjaga kesehatan emosional generasi muda. Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa seni tidak hanya menjadi media kreativitas, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai cara mengenali serta mengelola emosi secara positif.
Selain aktivitas seni, Hearticulate menghadirkan talkshow edukatif bertajuk “How to Deal with Emotional Suppression”. Diskusi tersebut membahas dampak negatif dari kebiasaan memendam perasaan sekaligus mengenalkan seni sebagai salah satu alternatif dalam mengekspresikan emosi secara sehat.
Talkshow menghadirkan tiga narasumber, yaitu Imelda Konghoiro, M.Psi., selaku psikolog, Irwan (Wantja) sebagai kreator Mental Health Doodles, serta Anneta Audrey, S.Psi., Founder UNIQ Mind Creates. Ketiganya membagikan pandangan mengenai pentingnya mengenali kondisi emosional, membangun kesadaran diri, serta menciptakan ruang aman bagi generasi muda untuk bercerita dan berekspresi.
Sebagai pelengkap rangkaian kegiatan, peserta juga mengikuti workshop Art Journaling bersama UNIQ Mind Creates yang diawali dengan sesi guided breathwork bersama Mira Madjid, Founder Bodhicitta Circle. Workshop tersebut memberikan pengalaman refleksi diri melalui kombinasi teknik pernapasan dan aktivitas kreatif yang membantu peserta lebih memahami kondisi emosional mereka.
Ketua Pelaksana Hearticulate, Marine Bintang Feliza, mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai ruang aman bagi siapa saja yang ingin mengekspresikan emosi tanpa rasa takut dihakimi.
“Hearticulate adalah ruang aman yang kami ciptakan agar setiap orang dapat mengekspresikan emosi dan perasaannya secara positif tanpa harus memendamnya sendiri. Kami berharap setiap peserta dapat membawa pulang pengalaman yang bermakna, tidak hanya melalui karya yang dibuat, tetapi juga melalui proses mengenal diri sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, dosen pengampu mata kuliah Community Development, Melvin Bonardo Simanjuntak, menilai kegiatan tersebut menjadi bentuk implementasi nyata pembelajaran mahasiswa dalam menjawab isu sosial yang berkembang di masyarakat.
“Mahasiswa Fakultas Komunikasi diharapkan bukan hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui strategi komunikasi yang relevan,” katanya.
Founder UNIQ Mind Creates, Anneta Audrey, menambahkan bahwa seni dapat menjadi media alternatif bagi masyarakat yang kesulitan mengungkapkan perasaan secara verbal.
“Tidak semua orang mampu menyampaikan perasaan melalui kata-kata. Saya berharap Hearticulate dapat menjadi awal bagi masyarakat untuk mengenal seni sebagai ruang yang aman untuk bercerita dan mengekspresikan diri,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan, Hearticulate juga menerapkan konsep sustainable event melalui kerja sama dengan Waste4Change dalam pengelolaan sampah selama acara berlangsung. Selain itu, panitia berkomitmen menyalurkan 20 persen hasil penjualan tiket sebagai donasi dan mengadakan kegiatan sosial bersama warga binaan lanjut usia di Panti Sosial Bina Insani (PSBI) Bangun Daya 2 Cipayung.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Hearticulate tidak hanya menghadirkan pengalaman berkesenian, tetapi juga mendorong generasi muda untuk lebih peduli terhadap kesehatan emosional, membangun hubungan yang lebih baik dengan diri sendiri, serta menciptakan ruang yang inklusif untuk saling mendukung.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar