Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Mulai Dibongkar, Proyek Mangkrak Siap Dilanjutkan
- account_circle Fathma Aulia Puteri
- calendar_month 20 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Rencana pembangunan akses Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu yang menghubungkan kawasan Pejaten Timur dan Tanjung Barat. Foto: jakarta.go.id.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai melakukan pembebasan lahan untuk melanjutkan pembangunan jalan sejajar rel yang menghubungkan Pasar Minggu dan Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Proyek yang telah lama mangkrak itu kini memasuki tahap pembongkaran bangunan di sejumlah titik sebelum pembangunan fisik dimulai.
Dilansir dari detik, berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (5/7/2026), sejumlah bangunan di sisi timur Jalan Kemuning setelah perlintasan kereta arah Badan Intelijen Negara (BIN) telah diratakan dengan tanah. Sementara itu, di kawasan RT 7 RW 7 Jalan Pagu Jaten dan RT 12 RW 7, rumah-rumah yang berada di dekat pagar Stasiun Pasar Minggu juga mulai dibongkar sebagai bagian dari proses pembebasan lahan.
Beberapa bangunan sudah kosong dan hanya menyisakan dinding maupun rangka atap yang mulai dibongkar. Warga tampak mengumpulkan material bangunan serta memindahkan barang-barang yang masih bisa digunakan. Rumah yang telah menerima ganti rugi ditandai dengan tanda centang berwarna biru sebagai penanda bahwa proses pembayaran telah selesai.
Salah seorang warga setempat menyebut rumah-rumah yang telah dibongkar kerap dimanfaatkan sebagai lokasi pembuangan sampah liar. Untuk menghindari kondisi tersebut, warga menutup area bekas bangunan menggunakan papan kayu sambil menunggu proses eksekusi lanjutan dari pemerintah.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan proyek jalan sejajar rel Pasar Minggu menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, pembangunan jalan tersebut telah tertunda selama bertahun-tahun dan belum juga rampung meski telah melewati tujuh periode kepemimpinan gubernur di Jakarta.
Pemprov DKI berharap pembangunan jalan baru tersebut dapat menjadi jalur alternatif yang menghubungkan kawasan Pasar Minggu dengan Tanjung Barat sekaligus mengurangi kemacetan di sekitar rel kereta api dan kawasan BIN. Setelah proses pembebasan lahan selesai tahun ini, pembangunan fisik ditargetkan mulai dilaksanakan pada 2027.
- Penulis: Fathma Aulia Puteri


Saat ini belum ada komentar